fbpx

Jenazah Arswendo dibawa ke pemakaman San Diego hills , Karawang, Jawa Barat,

Jenazah Arswendo Atmowiloto di bawa ke pemakaman  San Diego hills , Karawang, Jawa Barat, pada hari  Sabtu 20 juli 2019.

Setelah pemakaman, putra pertama Arswendo Atmowiloto, Sony Wibisono, menjelaskan alasan pemakaman ayahnya di San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat.
Sony Wibisono mengatakan ayahnya memang membeli sebidang tanah untuk dirinya sendiri di San Diego Hills sejak 10 tahun lalu.

“Di San Diego Hill sudah direncanakan sejak lama,” kata Sony Wibisono
“Kami sudah mempersiapkan diri dan menabung selama 10 tahun, saat itu ada banyak promosi di sini,” jelasnya.

arswendo san diego hills

Dia juga mengatakan sang ayah sengaja ingin dimakamkan di San Diego Hills karena ada taman besar di sana.
“Mungkin di tempat ini dia senang memiliki taman, mungkin kalau di San Diego Hill lebih bahagia, semoga seperti itu,” pungkasnya.
Sebelumnya, Arswendo Atmowiloto meninggal pada usia 70 pada Jumat 19 juli 2019 di kediamannya di daerah Petukangan, Jakarta Selatan.

Dia meninggal setelah berjuang dengan kanker kandung kemihnya.
Prosesi akan dimulai dengan misa requiem dan pelepasan jasad di Gereja St. Matthew the Evangelist, Bintaro. Acara dimulai pukul 10:00 WIB.

“Setelah misa, jenazah beliau akan dibawa ke tempat peristirahatan terakhir di San Diego Hills, Karawang,” info detikHOT.
Sejumlah anak-anak dan keluarga besar Arswendo Atmowiloto tidak dapat menahan emosi mereka ketika mengikuti prosesi pemakaman wartawan dan jurnalis senior di kompleks pemakaman mewah San Diego Hills, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Sabtu (20/7/2019) .

pemakaman arswendo di san dego hills

Selama prosesi pemakaman, anak-anak almarhum terlihat menyeka air mata beberapa kali dan berusaha menahan emosi.
Istri mendiang Arswendo Atmowiloto, Agnes Sri Hartini, terlihat harus memberikan penghormatan terakhir pada pemakaman di San Diego Hills, Karawang.

Artikel Terkait  Pemindahan Kerangka Jenazah dalam Kacamata Islam

“Kami sangat sedih dan tersesat. Tetapi Anda mengajari kami untuk menerima sesuatu yang terjadi. Anda mengajar untuk selalu bersyukur,” kata Caecilia Tiara, anak ketiga Arswendo Atmowiloto.
Dia mengatakan bahwa selama masa hidupnya, Arswendo adalah orang yang baik dan bertanggung jawab.
Selain itu, katanya, Arswendo juga sosok yang periang dan humoris.

“Saat di rumah sang ayah menjadi teman atau sahabat, suka bercanda dengan anak cucunya,” katanya.
Caecilia mengatakan bahwa ayahku sebelum dia meninggal sedang menyelesaikan pekerjaannya dalam bentuk novel berjudul “Barabas”.
“Sejauh yang saya tahu, ini adalah novel terakhir yang diterbitkan,” katanya.

Pria kelahiran Surakarta, 26 November 1948 itu, meninggal pada usia 70 tahun, Jumat (19/7), pukul 17.50 WIB.
Arswendo meninggal di rumahnya, di Petukangan Selatan, Jakarta Selatan, karena penyakitnya, kanker prostat (kandung kemih). Sebelumnya, untuk beberapa waktu, Arswendo juga mendapat perawatan di rumah sakit.

Kategori info
Telepon