fbpx

Jumlah Yang Melakukan Kremasi Jenazah Covid 19 mengalami peningkatan tinggi

Kremasi jenazah covid 19 mengalami peningkatan – Tingkat kematian akibat virus Covid-19 semakin meningkat. Hal tersebut membuat banyak negara menjadi kewalahan.  Tidak hanya di Indonesia saja namun di negara lainnya seperti Sri Lanka, Amerika Serikat dan negara lainnya jumlah korban meninggal mengalami peningkatan sampai berkali-kali lipat.

Pandemi ini semakin mengkhawatirkan karena korban yang terus bertambah begitu pula di Indonesia. Tidak hanya korban dengan kasus konfirmasi positif saja namun juga korban dengan status PDP yang mana hasil swabnya belum keluar banyak yang kemudian meninggal. Ditambah lagi kasus ODP dan Orang Tanpa Gejala yang juga banyak terjadi.

Kremasi Jenazah Covid 19 Dunia Meningkat

Kremasi jenazah Covid 19 khusus non muslim mengalami peningkatan. Tidak hanya non muslim saja di negara seperti Sri Lanka karena pemerintahnya kewalahan menangani jumlah korban yang semakin bertambah tersebut membuat kremasi harus dilakukan meskipun kebanyakan korbannya adalah muslim. Begitu pula dengan di AS dimana kasus kematian yang tinggi membuat penyimpanan jenazah Covid banyak dilakukan baru setelah itu dilakukan kremasi.

Kremasi Jenazah Covid 19 ini juga banyak dilakukan pada jenazah di rumah sakit yang tidak di klaim oleh keluarganya. Adanya kremasi di Sri Lanka menimbulkan polemik dan ditentang oleh Dewan Muslim yang ada di sana. Berita lengkapnya bisa anda baca disini https://www.dw.com/id/kremasi-paksa-sri-lanka-picu-kemarahan-umat-islam/

Kremasi Jenazah Covid 19 di Indonesia

Di Indonesia sendiri kasus kremasi hanya dikhususkan untuk jenazah non muslim. Kremasi ini pun meningkat dan banyak dijadikan pilihan karena korban Virus Corona yang semakin meningkat pula. Sayangnya jumlah korban yang meninggal meningkat ini tidak diimbangi dengan perluasan lahan pemakaman khusus Covid 19.

Artikel Terkait  Rumah Abu San Diego Hills, Bangunan Megah Dengan Pemandangan Hijau

Beberapa TPU khusus Covid di Indonesia pun penuh sehingga jika jenazah Covid memilih menguburkannya di lahan pemakaman harus dialihkan ke TPU umum atau pemakaman biasa. Memilih lokasi pemakaman umum non Covid juga tidak mudah, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Selain itu pemerintah juga mengusulkan sistem tumpang untuk menyiasati penguburan jenazah. Jenazah Covid juga harus dimakamkan satu lubang dengan keluarganya.

Syarat yang harus dipenuhi tersebut adalah harus menggunakan kesediaan pihak keluarga yang akan ditumpangi jenazah tersebut. Riwayat makamnya juga bagus tidak memiliki penyakit menular seperti HIV/AIDS. Jika makam yang ditumpangi memiliki penyakit yang menular maka minimal 36 bulan atau 3 tahun makam tersebut baru bisa ditumpangi.  Tidak memiliki penyakit menular pun ada aturannya dimana tidak boleh kurang dari 12 bulan. Tentu hal ini membuat pihak keluarga korban Virus Corona menjadi bingung jenazah harus dimakamkan dimana.

Pemakaman San Diego Hills Menjadi Solusi Terbaik

Pihak keluarga bisa memakamkan di makam luar TPU khusus Covid 19. Seperti pemakaman swasta San Diego Hills misalnya. Pemakaman yang didirikan sejak tahun 2007 menawarkan jasa pemakaman jenazah Covid 19 dengan harga yang spesial. Selama ini pemakaman SDH yang dikenal masyarakat luas adalah Under Ground Burial.

SDH sudah memiliki pemakaman Upper Ground Burial yang merupakan pemakaman di atas tanah. Produk ini sudah diluncurkan kurang 10 tahun silam dan menjadi produk pertama di Indonesia. Upper Ground Burial milik San Diego Hills menjadi pilihan bagi keluarga jenazah Covid yang non muslim.  Terbatasnya lahan pemakaman membuat Upper Ground Burial menjadi produk pemakaman yang menarik dan banyak dilirik.

Makam Khusus Covid Harganya Melambung Sangat Tinggi

Yang membuat kremasi jenazah menjadi pilihan karena harga lahan pemakaman yang fantastis. Di kota-kota besar lahan pemakaman bisa dibanderol dengan harga mulai dari ratusan juta sampai dengan miliaran rupiah. Tentu hal ini akan memberatkan pihak keluarga korban.

Artikel Terkait  9 Kelebihan Kremasi Jenazah Covid 19 Dibandingkan Dengan Dikubur

Belum habis rasa duka, beban keluarga korban harus ditambah dengan menanggung biaya pembelian lahan pemakaman yang mahal. Belum lagi harus menanggung biaya pemakaman secara terpisah dan extra charge lainnya yang semakin memberatkan.

Sebenarnya di San Diego Hills menawarkan pemakaman khusus Covid dengan harga spesial dimana Anda bisa langsung mendapatkan 2 unit lahan pemakaman sekaligus. Namun bagi sebagian besar kalangan harganya masih sangat tinggi yaitu sebesar 212 juta rupiah harga tersebut sudah termasuk harga tanah makam dan juga biaya jasa pemakaman.

San Diego Hills juga menawarkan produk lainnya yaitu rumah abu dimana biaya penyimpanan abu kremasi tersebut lebih terjangkau.  San Diego Hills menawarkan penyimpanan abu kremasi di rumah abu atau Columbarium yang diberi nama Breath of Life dengan biaya mulai dari 22 jutaan saja.

Alasan biaya ini juga lah yang membuat kremasi jenazah Covid mengalami peningkatan. Tidak hanya disimpan, abu ini juga bisa dilarung sehingga pihak keluarga tidak akan direpotkan dengan biaya taruh atau penyimpanan abu di rumah abu. Sayangnya hal ini membuat pihak keluarga tidak memiliki kenangan dengan almarhum.

Praktis dengan Biaya Buka Tutup Rumah Abu Terjangkau

Alasan jenazah Covid banyak yang dikremasi adalah lebih praktis dan tidak memakan banyak biaya. Berbeda dengan biaya total pemakaman di San Diego Hills yang dibanderol hampir mencapai 200 juta rupiah,

Di Columbarium San Diego Hills pihak keluarga hanya akan menanggung biaya buka rumah abu dengan biaya mulai dari ratusan ribu rupiah saja. Prosesi upacara pun jauh lebih sederhana dibandingkan dengan prosesi pemakaman di lahan pemakaman biasa.

Demikianlah beberapa alasan mengapa kremasi jenazah Covid 19 mengalami peningkatan, Anda bisa melakukan pemesanan rumah abu San Diego Hills dengan harga terjangkau sebagai investasi Anda, hubungi kontak untuk informasi lebih lanjut.

Artikel Terkait  Kuburan Kristen dengan View terbaik di San Diego Hills, Area Universal

Bagikan :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Telepon