Panduan Lengkap cara mengurus akte Surat Kematian 2020

Mungkin banyak yang belum paham pentingnya mengurus surat kematian. Jika dibandingkan dengan akta kelahiran yang kerap kali digunakan untuk berbagai kepentingan seperti mendaftar sekolah ke jenjang yang lebih tinggi, melamar pekerjaan maupun keperluan yang lainnya.

Namun sebenarnya akte surat ini juga tidak kalah penting untuk kelangsungan hidup bagi keluarga selanjutnya. Lalu apa saja syarat untuk mengurusnya dan bagaimana prosedur atau tata cara pembuatan surat kematian? Berikut ini panduan lengkapnya yang perlu dipahami dengan baik sebelum mengurusnya.

Tingginya Angka Kematian Indonesia

Indonesia masih menduduki posisi kedua tertinggi untuk angka kematian ibu setelah Laos dengan total 300. Berdasarkan data statistik angka kematian ibu di Asia Tenggara kini sudah menempati posisi 40 hingga 60 per 100 ribu kelahiran. Untuk Indonesia sendiri masih menempati posisi 305 per 100 ribu kelahiran berdasarkan Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) yang dilakukan pada tahun 2015.

Angka yang sangat tinggi jika dibandingkan dengan negara tetangga yaitu Singapura. Di tahun yang sama negara tersebut berada 2-3 AKI per 100 ribu kelahiran. Dalam AseanStatisticalReportMillenium Development Goals di tahun 2017 angka tersebut merupakan statistik di tahun 2015. Namun jumlah angka kematian pada ibu mengalami penurunan yang cukup signifikan berdasarkan data capaian kinerja Kemenkes RI pada tahun 2015-2017.

Penurunan ini memang tidak serta merta secara drastis namun secara signifikan hampir setiap tahun mengalami penurunan. Di tahun 2015 terdapat 4999 kasus kemudian turun menjadi 4910 di tahun berikutnya. Sedangkan di tahun 2017 terjadi penurunan tajam sebesar 1712 kasus untuk AKI.

Penurunan angka kematian terutama bagi Ibu yang melahirkan tentu tidak lepas dari peran para dokter yang memberikan pelayanan terbaik pada ibu. Edukasi terkait seputar cara melahirkan dan hal-hal yang harus dijaga agar tidak stress menjadi penting dilakukan. Dengan begitu maka ibu-ibu bisa lebih siap dalam menjalani proses persalinan kelak tanpa merasa takut maupun stress berlebih.

Tujuan Pembuatan Akte surat Kematian

Mungkin banyak orang yang belum mengetahui mengapa akte kematian menjadi hal yang penting dan harus diurus. Berikut ini beberapa manfaat atau tujuan dari pembuatan surat kematian, antara lain :

  1. Mencegah Penyalahgunaan Data

Salah satu tujuan dari pembuatan akte surat ini adalah untuk mencegah penyalahgunaan data orang yang sudah meninggal. Banyak oknum yang tidak bertanggung jawab yang seenaknya menggunakan data almarhum untuk kepentingannya sendiri. Sehingga untuk meminimalisir maka harus dibuat akte ini oleh pihak keluarga. Jika sudah ada aktenya maka tidak akan ada pihak yang seenaknya menyalahkangunakan data untuk kepentingan pribadinya.

  1. Validasi Data Kependudukan

Mengetahui siapa saja yang masih hidup tidak hanya untuk menghitung jumlah penduduk. Namun hal ini juga sangat berpengaruh pada data jumlah penduduk yang masih aktif memiliki hak suara. Dengan data yang akurat dan valid mengenai jumlah penduduk saat ini tentu akan memperlancar moment-moment pemilihan tertentu.

  1. Mengurus Penetapan Ahli Waris

Tujuan selanjutnya adalah untuk mengurus penetapan ahli waris. Tentu saja supaya harta bisa diwariskan pada kerabat keluarga terlebih dahulu harus dibuktikan dengan surat kematian. Dengan begitu maka akan terlihat jelas bahwa harta orang yang sudah meninggal memang sudah diwariskan atau dilimpahkan kepada kerabat atau anggota keluarganya. Proses penetapan ahli waris akan bisa dijalankan apabila surat ada akte kematian dari pihak yang akan memberikan warisan dan melimpahkannya kepada pihak lain.

  1. Mengurus Pensiunan Bagi Pasangan Yang Ditinggalkan

Jika pasangan meninggal ketika sudah masuk pada masa pensiun maka dana tersebut bisa dilimpahkan pada pasangannya yang masih hidup. Namun persyaratannya yaitu harus memiliki surat kematian dari pasangan yang sudah meninggal. Untuk itulah sangat penting mengurus akte ini agar dana pensiun bisa tetap digunakan.

  1. Mengurus Klaim Asuransi Yang Bersangkutan

Salah satu syarat klaim dana asuransi yang bersangkutan adalah dengan melampirkan surat kematian dari orang hang sudah meninggal. Jika tidak ada maka klaim asuransi tidak bisa dilakukan. Untuk itulah hendaknya langsung segera mengurus akte ini. Sangat disayangkan apabila klaim asuransi tidak bisa turun atau cair hanya karena tidak ada akte yang diminta oleh pihak yang bersangkutan.

  1. Persyaratan Untuk Melaksanakan Perkawinan Kembali

Pasangan yang sudah menikah dan salah satunya meninggal maka yang satunya bisa menikah lagi. Namun lagi-lagi harus menyertakan lampiran akte dari kematian pasangannya agar pernikahan bisa dilakukan kembali. Jika tidak ada maka perkawinan mungkin tidak akan bisa dilakukan. Dengan adanya akte tersebut bisa dijadikan sebagai bukti bahwa perkawinan memang bisa dilakukan kembali karena pasangannya sudah meninggal.

Artikel Terkait  Rumah Abu San Diego Hills

Syarat-Syarat Mengurus surat Kematian

Mungkin banyak pihak keluarga yang belum mengetahui syarat-syarat apa saja yang harus dipenuhi untuk membuat akte ini. Berikut ini beberapa persyaratan yang harus ada dan dipenuhi, diantaranya :

  1. Surat Keterangan Kematian Dari Instansi Kesehatan

Salah satu syarat utama pembuatan akte ini adalah adanya surat keterangan kematian atau visum. Surat ini bisa diminta di rumah sakit, puskesmas atau petugas kesehatan. Untuk prosedurnya tinggal ikuti saja arahan dari pihak rumah sakit, puskesmas ataupun petugas kesehatan.

  1. Fotokopi KK Dan KTP Yang Bersangkutan

Pihak keluarga wajib menyertakan fotokopi kartu keluarga dan KTP. Persayaratan ini berlaku bagi WNI maupun orang asing (WNA) yang sudah menetap atau tinggal lama di Indonesia. Mereka juga sudah mengurus surat perijinan untuk tinggal di Indonesia.

  1. Fotokopi Surat Tempat Tinggal Bagi WNA

Bagi warga negara asing atau WNA yang tinggal di Indonesia namun hanya dalam waktu tertentu maka wajib menyertakan fotokopi surat tempat tinggal. Bisa juga menggunakan paspor yang memiliki izin kunjungan.

  1. Akta Kelahiran Yang Bersangkutan

Akta kelahiran juga sangat diperlukan untuk mrngurus berbagai keperluan, tidak terkecuali surat kematian. Oleh karena itulah jangan lupa untuk menyertakan akta kelahiran ketika akan mengurus akte tersebut. Jika sudah menikah juga harus menyertakan akta perkawinan.

  1. Surat Kuasa Dan Surat Keterangan Yang Menguasakan

Cantumkan surat kuasa bagi keluarga yang menguasakan. Sedangkan untuk surat keterangan yang menguasakan adalah orang yang masih memiliki hubungan darah atau istri, anak, maupun orang tua dari yang meninggal. Apabila yang bersangkutan juga pernah ganti nama wajib menyertakan surat ganti nama juga.

  1. Surat Kematian Dari Kelurahan

Persyaratan terakhir yang harus dipenuhi adalah surat keterangan kematian yang sudah ditandatangani oleh lurah atau kepala desa. Alternatif ini bisa digunakan apabila tidak memiliki surat keterangan kematian dari petugas kesehatan atau dokter. Mungkin ini bisa dilakukan jika sudah meninggal pada waktu yang telah lampau sehingga bisa langsung pergi ke kelurahan.

Artikel Terkait  Macam-Macam Harga Nisan Dan Bentuk Nisan

Tata Cara Pengurusan Akte Kematian

Setelah mengetahui tujuan atau manfaat dari pembuatannya, mungkin masih ada beberapa orang yang bingung mengenai tata cara pembuatannya. Berikut ini beberapa tata cara membuat atau mengurus surat kematian,diantaranya :

  1. Apabila Yang Bersangkutan Meninggal Di Rumah Sakit

Apabila yang bersangkutan meninggal di rumah sakit maka cara mengurus aktenya pun cukup sederhana dan mudah untuk dilakukan. Berikut ini tata cara mengurusnya, diantaranya :

  • Siapkan Dokumen

beberapa dokumen harus disiapkan untuk dibawa ke kelurahan. Beberapa dokumen yang harus dipersiapkan diantaranya surat keterangan kematian dari dokter, surat pengantar RT dan juga pengantar RW.

  • Mengisi Form F-2.29

setelah semua berkas siap maka bisa langsung pergi ke kelurahan. Nanti disana pihak keluarga akan diminta untuk mengisi form F-2.29.

  • Proseslah KK

lakukan pemrosesan kartu keluarga dengan menyertakan dokumen yang dibutuhkan. Antara lain foto kopi ahli waris, saksi, kartu keluarga dan surat kematian asli pihak yang bersangkutan.

  • Pergi Ke Kecamatan Dan Disdukcapil

setelah semua lengkap maka tinggal pergi ke kecamatan untuk meminta tandatangan dilanjutkan ke Disdukcapil untuk pengurusannya.

  1. Apabila Meninggal Di Rumah

Selain di rumah sakit, seseorang juga bisa meninggal di rumah. Apabila terjadi hal demikian maka tata cara untuk kepengurusan aktenya sebagai berikut.

  • Minta Surat Keterangan Kematian

pihak keluarga bisa pergi ke puskesmas untuk meeminta surat keterangan kematian. Surat tersebut berfungsi sebagai pengganti surat dari rumah sakit.

  • Siapkan Dokumen

siapkan dokumeen yang diperlukan yaitu kartu keluarga baru baik yang terpisah maupun tidak, fotokopi identitas 2 orang saksi, surat pengantar RT dan RW serta surat keterangan kematian.

  • Pergi Ke Dukcapil

setelah dari kelurahan dan kecamatan, maka pihak keluarga bisa langsung pergi ke Dukcapil untuk mengurus surat kematian.

  1. Apabila Meninggal Pada Waktu Telah Lampau

Mengurus akte surat pada anggota keluarga yang sudah lama meninggal juga cukup mudah untuk dilakukan. Berikut ini tata cara mengurusnya, antara lain :

  • Meminta Surat Pada Pihak Yang Bersangkutan

pihak keluarga datang ke RT setempat untuk meminta surat pengantar. Setelah itu ke RW dan dilanjutkan ke Kelurahan sambil membawa berkas yang dibutuhkan.

  • Pergi Ke Kecamatan

setelah dari kelurahan bisa pergi ke kecamatan untuk mendapatkan tandatangan dari pihak kecamatan.

  • Pergi Ke Dukcapil

silahkan pergi ke Dukcapil untuk mengurusnya. Akte surat akan jadi sehari hingga 3 hari setelah pengajuan. Untuk penerbitannya sendiri biasanya 7 hari kerja.

Artikel Terkait  Makam Tipe Bong Pi di San Diego Hills

Mekanisme Pengurusan surat Kematian

Untuk mekanisme sebenarnya hampir sama dengan tata cara pengurusan. Berikut ini mekanismenya sebagai berikut.

  1. Pemohon Atau Pihak Keluarga

Untuk pemohon berkewajiban untuk mengisi formulir kematian dan menandatanganinya. Selain itu juga harus menyertakan atau melampirkan persyaratan lain yang dibutuhkan untuk proses pengurusan. Prosesnya tidak terlalu lama bahkan jika diurus sendiri bisa langsung jadi pada hari itu juga. Pastikan bahwa dokumen yang dibawa sudah lengkap dan sesuai dengan prosedur atau persyaratan.

  1. Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil

Sedangkan untuk Disdukcapilnya sendiri berkewajiban untuk menerima permohonan dan meneliti terlebih dahulu. Jika sudah maka akan dicatat dalam register kematian dan diterbitkan kutipan akta kematian. Kutipan tersebut akan diterbitkan paling lambat 7 hari kerja. Untuk yang mengurus sendiri sehari jadi, namun apabila diwakilkan maka harus menunggu 3 hari.

Nah itulah panduan lengkap tentang tata cara mengurus akte surat kematian. Pahami betul-betul untuk syarat yang harus dipenuhi agar bisa mengurus dengan lancar. Jika masih ada yang tidak dimengerti bisa langsung ditanyakan pada pihak dinas kependudukan dan catatan sipil terkait. Karena banyaknya manfaat yang akan didapatkan maka segeralah urus akte tersebut agar bisa digunakan sebagaimana mestinya. Selain berpengaruh terhadap data kependudukan, juga sangat berguna bagi pihak keluarga yang bersangkutan.

info diskon? chat dengan saya