Pemindahan Kerangka Jenazah dalam Kacamata Islam

Pernah membayangkan atau tidak bahwa manusia yang telah meninggal dunia akan dikubur dan jasadnya akan hilang karena menyatu dengan tanah?.

Ya, hal itu pasti akan terjadi dalam kurun waktu yang cukup lama karena beberapa proses pembusukan. Lalu, bagaimana hal itu dapat terjadi?

Sebenarnya jasad yang hilang atau tinggal menyisakan kerangka saja di dalam kuburan itu bisa dijelaskan secara ilmiah. Tubuh manusia yang telah dikubur dan tidak mendapat suplai oksigen akan mengalami pembengkakan dan juga rambut akan mengalami kerontokan karena metabolisme dalam tubuh telah mati.

Selain itu juga sel-sel dalam tubuh akan mati sehingga menyebabkan keluarnya bakteri dan bakteri tersebut akan membantu proses penguraian tubuh manusia di dalam tanah sehingga dalam beberapa minggu setelah manusia dikubur, tubuh akan hancur atau terurai dengan tanah dan hanya menyisakan kerangka jenazah saja.

kerangka jenazah lubang makam

Hal tersebut dapat kita jumpai saat kasus pembongkaran kuburan atau pemindahan kerangka jenazah. Maka yang kita lihat biasanya jenazah yang telah lama dikuburkan akan tinggal menyisakan tulang-belulangnya saja.

Lalu bagaimana orang yang telah lama dikubur dapat dipindahkan?. Telah banyak dijumpai proses pembongkaran dan pemindahan kerangka jenazah.

Pemindahan kerangka jenazah ini biasanya karena ada kebutuhan medis ataupun jenazah adalah korban pembunuhan yang kasusnya belum selesai dalam jalur hukum, sehingga jenazah yang telah dikuburkan dapat dibongkar guna keperluan visum. Lalu bagaimana hukum memindahkan jenazah yang telah dikubur?

Dalam Islam, proses pembongkaran dan pemindahan jenazah dari kuburan tidak diperbolehkan kecuali keadaan darurat.

Beberapa pendapat dari ulama terkait dengan hukum memindahkan jenazah dalam sudut pandang agama Islam sebagai berikut :

  1. Ulama Maliki memperbolehkan pemindahan kerangka jenazah dari kuburan karena beberapa keadaan, seperti jenazah tersebut dilecehkan karena perilakunya saat hidup di dunia. Meskipun diperbolehkan, tetap ada syarat yang berlaku yakni jenazah harus dipindah bersebelahan dengan orang saleh agar mendapatkan berkah dan juga apabila jenazah dulunya mati syahid, maka sunah untuk dipindahkan di tempat meninggalnya dulu.
  2. Menurut Ulama Hambali yakni hukum memindahkan jenazah diperbolehkan asalkan dipindahkan secara layak dan tidak ada pengurangan terhadap jenazah.
  3. Menurut Imam Syafi’i, pemindahan kerangka jenazah atau orang yang telah dikuburkan tidak diperbolehkan kecuali terdapat keadaan genting sekali, jenazah ataupun yang sudah tinggal tengkorak dan tulang-belulangnya saja tidak boleh dipindah kecuali dahulu jenazah lupa belum dimandikan dan disucikan, jenazah belum di sholatkan, pemakaian kain kafan yang belum benar, jenazah belum menghadap kiblat secara benar ataupun makam tersebut ditanah sengketa atau di tanah rampasan, dan kuburan tersebut terdapat harta karun. Meskipun terdapat syarat-sayarat tersebut, proses pemindahan jenazah harus layak dan sesuai dengan syari’at Islam.

Meskipun beberapa ulama memperbolehkan untuk memindahan kerangka jenazah dengan syarat-syarat tertentu dan jika terdapat keadaan genting, alangkah baiknya manusia yang telah dikuburkan tidak perlu dipindah. Sebab jika memindahkan kerangka jenazah tidak dilakukan dengan benar akan menyebabkan kerusakan pada jenazah dan malah menimbulkan permasalahan baru.

baca juga artikel tentang ukuran makam dalam kajian islam disini

Dalam Islam,  Rasulullah saw telah bersabda,”Sesungguhnya retaknya tulang seorang mukmin yang telah menjadi mayat sama seperti retaknya saat dia masih hidup.” (HR. Abu Daud, Ahmad, Ibnu majah). Semoga kita senantiasa dalam merencakan sesuatu tetap mempertimbangkan sebab dan akibat serta juga berpatokan pada hukum yang berlaku, baik hukum negara maupun hukum agama. Semoga artikel ini bermanfaat bagi semua pembaca.

Telepon