fbpx

Menilik Sejarah San Diego Hills Hingga Menjadi Memorial Park Terindah dan Terbesar di Indonesia

sejarah san diego hills

Sejarah San Diego Hills – Berdirinya suatu tempat tentu tak lepas dari sejarah pada masa lalunya, begitu juga dengan keberadaan San Diego Hills Memorial Park. Tak banyak orang yang mengetahui bahwa sebenarnya awal mula sejarah San Diego Hills adalah dari kisah seorang anak yang memindahkan makam kedua orang tuanya agar lebih dekat dengannya.

Lalu, seperti apa kisah masa lalu sejarah San Diego Hills sejak awal munculnya ide hingga saat ini? Berikut ulasan singkat kisahnya untuk Anda.

Mengenal Sosok di Balik San Diego Hills

Jika berbicara tentang sejarah San Diego Hills maka nama yang tak bisa dilepaskan darinya adalah Mochtar Riady. Ia merupakan pendiri Lippo Group, seorang anak laki-laki yang lahir di Kota Malang pada 12 Mei 1929.

Sosok Mochtar Riady yang juga memiliki nama Lie Moe Tie dikenal sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia, praktisi bank yang sangat andal dan juga pengusaha sekaligus pendiri dan presiden komisaris dari Lippo Group. Mochtar Riady juga dikenal sangat piawai dalam mengembangkan usahanya hingga ke mancanegara.

Awal Mula Sejarah San Diego Hills

Saat Mochtar Riady berusia 70-an tahun, ia merasa sangat lelah ketika harus melakukan perjalanan panjang dan jauh ke Malang, Jawa Timur untuk melakukan ziarah ke makam orang tuanya. Mochtar Riady pun memiliki ide untuk memindahkan makam kedua orang tuanya ke salah satu lahan yang dimilikinya di Karawang seluas 350 Ha. Alasan lain mengapa ia ingin memindahkan makam kedua orang tuanya adalah karena TPU yang digunakan cukup memberikan suasana yang seram dan menakutkan. Hal ini menyebabkan rasa tidak nyaman pada diri Mochtar Riady.

Artikel Terkait  Rincian Harga Pemakaman San Diego Hills 2021 (UPDATE Desember)

Awal tahun 2000-an sang pendiri Lippo Grup ini pun memindahkan makam kedua orang tuanya ke Karawang, di lahan yang saat ini menjadi San Diego Hills. Berdasar pengalaman pribadinya itu, Mochtar Riady pun terpikirkan bahwa tidak ada salahnya jika ia membangun area pemakaman yang indah dan cantik, jauh dari kesan seram dan menakutkan.

Dari ide awal inilah hingga akhirnya pada tahun 2007 san Diego Hills resmi dibuka sebagai salah satu memorial park terbesar di Indonesia.

Belajar dari Pemakaman di Amerika

Konsep dan juga desain San Diego Hills ternyata terinspirasi dari pemakaman yang ada di Amerika Serikat, yaitu  Forest Lawn Memorial Park. Tujuan pembangunan memorial park San Diego Hills seperti yang saat ini adalah agar memberikan nuansa yang damai, aman dan nyaman bagi keluarga yang akan melakukan kunjungan ziarah. Selain itu, dengan konsep pemakaman yang cantik ini orang yang datang berziarah juga sekaligus bisa menghibur hati dengan berwisata di area sekitar pemakaman.

Memiliki Fasilitas yang Sangat Lengkap

Hingga saat ini San Diego Hills masih menjadi salah satu memorial park terbesar dan juga terindah yang ada di Indonesia. Area pemakaman ini juga menyediakan berbagai fasilitas yang lengkap, mulai dari kapel, mushola, restoran, trek jogging, danau, landasan helikopter, dan banyak lagi lainnya.

Dengan fasilitas yang lengkap saat ini San Diego Hills sering disebut sebagai salah satu destinasi wisata baru yang unik, yang mana area ini sendiri sebetulnya adalah area pemakanan. Hal ini membuktikan bahwa usaha Mochtar Riady untuk membangun pemakaman yang indah dan nyaman sudah mulai memberikan efek yang positif, sehingga orang tak lagi merasa bahwa makam selalu menakutkan.

Artikel Terkait  Kuburan Kristen dengan View terbaik di San Diego Hills, Area Universal

Itulah sedikit kisah masa lalu sejarah San Diego Hills, semoga bermanfaat.

Bagikan :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Telepon