Sunan Kalijaga atau nama aslinya R.M Syahid lahir pada tahun 1450 Masehi, merupakan seorang Mubalig yang mengajarkan dan menyebarkan ajaran Agama Islam terutama di Demak.

Sunan Kalijaga diyakini wafat ketika mencapai umur 100 tahun dan makam Sunan Kalijaga terletak di tempat beliau berpijak semasa hidupnya yaitu Desa Kadilangu.

 


Lokasi Makam Sunan Kalijaga

Alamat makam Sunan Kalijaga terletak di Desa Kadilangu, Kab. Demak (Bintaro), Jawa Tengah. Makam Sunan Kalijaga dapat dikunjungi kapan saja karena buka selama 24 jam dan dekat dengan Masjid Agung Demak yang hanya berjarak sekitar 3km.

Rute Makam Sunan Kalijaga

Lokasi makam Sunan Kalijaga pun sangat mudah dituju. Apabila dari kota Semarang, anda dapat melanjutkan perjalanan menuju arah Timur ke arah Masjid Kadilangu.

Biasanya membutuhkan waktu tempuh kurang lebih satu hingga satu setengah jam jika menggunakan kendaraan roda empat.

Arah menuju makam juga sangat mudah ditemukan karena terdapat papan petunjuk jalan di sepanjang jalan, anda bisa tinggal mengikuti arah yang ditunjukkan.

Daya Tarik Wisata Makam Sunan Kalijaga

Daya tarik makam Sunan Kalijaga yang tidak ada habisnya membuat makam selalu ramai pengunjung untuk datang berziarah ataupun sekedar berwisata.

Biasanya akan sangat ramai pada hari-hari tertentu seperti Jumat Kliwon, Jumat Pahing, dan Jumat Pon karena pintu cangkup makam akan dibuka. Terkadang juga diadakan acara-acara yang sudah dianggap sebagai tradisi oleh masyarakat sekitar.

Terdapat acara yang diadakan menjelang Idul Adha seperti jamasan pusaka Kelambi Kayi Gondil, Kyai Onto Kusumo, keris Kyai Crubuk, dan Kyai Sirikan. Acara tersebut biasanya diadakan sekitar jam 07.00 hingga 17.00 bersamaan dengan pembukaan pintu cangkup makam.

Terdapat juga tradisi yang dilakukan secara turun hingga saat ini yaitu tradisi Tebah. Tradisi ini dilakukan pada saat bulan Ramadan di sekitar lokasi makam.

Tradisi Tebah diawali dengan pemukulan kentongan kemudian tradisi pisowanan di dalam cangkup namun hanya dilakukan oleh beberapa orang yang terpilih saja. Setelah itu diikuti oleh para ahli waris, pengurus, dan juru kunci makam untuk melakukan peremajaan di seluruh komplek makam.

Tradisi yang dilakukan menjadi daya tarik tersendiri di makam Sunan Kalijaga yang selalu berhasil menarik banyak pengunjung datang. Namun terkadang tradisi ini disalahartikan karena banyak yang mengikuti acara agar mendapatkan berkah dan kesuksesan namun niat yang salah akan menjadi musyrik di mana Sunan Kalijaga pastinya tidak menghendaki niat yang dilakukan.

Tempat Wisata di Sekitar Makam Sunan Kalijaga
Terdapat beberapa pintu masuk sebagai akses untuk berziarah, anda juga dapat langsung mengunjungi makam dengan melewati lorong yang berada tepat di sebelah Masjid yang mengharuskan anda mengisi buku tamu terlebih dahulu.

Selain berziarah ke makam, terdapat tempat-tempat peninggalan sejarah yang bisa dikunjungi yang terletak di sekitar makam Sunan Kalijaga. Salah satunya yaitu situs batu. Terdapat tulisan “Selo Palenggahanipun Kanjeng Sunan Kalijaga” yang tertulis pada batu tersebut yang konon merupakan tempat duduk Sunan Kalijaga ketika memberikan nasehat semasa hidupnya.

Terdapat peninggalan dua buah gentong berisi air yang berasal dari sungai yang tak jauh dari makam, prosesnya harus diendapkan dan steril terlebih dahulu agar layak dikonsumsi. Air ini dapat diberikan dan digunakan oleh para peziarah. Masing-masing gentong tersebut yaitu padasan atau tempat air wudhu dan pedaringan atau tempat beras.

Selain makam Sunan Kalijaga, terdapat juga makam San Diego Hills yang juga merupakan tempat dimakamkannya tokoh-tokoh terkenal yang bisa anda kunjungi. San Diego Hills merupakan pemakaman mewah yang terletak di Karawang, Jawa Barat.